PENJELASAN HUKUM WANITA HAID MASUK MASJID

Posted on

Bagaimana hukum wanita haid masuk masjid? Bolehkah? Mungkin pertanyaan seperti itu cukup sering Kita dengar, atau mungkin Kita sendiri yang mencari jawaban atas pertanyaan tersebut karena mempunyai keperluan untuk memasuki masjid dengan beberapa alasan penting.

Misalnya saja seorang muslimah yang sedang haid ingin masuk ke sebuah masjid untuk dapat menghadiri majelis ilmu dengan alasan bahwa dia sudah secara rutin menghadiri majelis tersebut dan sangat disayangkan apabila tidak bisa hadir disebabkan berhalangan (haid), karena mungkin  dia akan melewatkan pelajaran dan tidak bisa mengikuti pelajaran tersebut setelahnya. Maka apakah boleh bagi muslimah tersebut untuk memasuki masjid dan menghadiri majelis tersebut sedangkan dia dalam keadaan haid?

hukum wanita haid masuk masjid
Hukum wanita haid masuk masjid
Ilustrasi foto: enkania.wordpress.com

Hukum wanita haid masuk masjid menurut mayoritas ahli fikih dari keempat madzhab berpendapat bahwa tidak boleh bagi seorang wanita yang sedang haid untuk berdiam di dalam masjid, hal tersebut berdasarkan dalil dalam hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari di dalam kitab shahihnya no. 974 dan juga dalam Shahih Muslim no 890, hadits yang diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyah, dia berkata:

hukum wanita haid masuk masjid

“Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan pada Kami untuk keluar rumah saat dua hari raya, termasuk juga remaja putri & gad!s pingitan, dan Beliau juga memerintahkan wanita yang haid agar menjauhi tempat shalat”.

Dalam hadist tersebut, Nabi shalallahu alaihi wasallam telah melarang wanita yang sedang haid untuk mendekati tempat shalat ‘id & Beliau juga memerintahkan mereka agar menjauhinya, dikarenakan disana juga terdapat hukum masjid & ini menjadi dalil mengenai dilarangnya wanita haid untuk memasuki masjid.

Bagaimana dengan majelis ilmunya?

Sahabat muslimah, masih banyak cara agar Kita bisa belajar dan tidak ketinggalan pelajaran meskipun Kita terkena larangan memasuki masjid. Apalagi di zaman sekarang ini pengajian atau majelis taklim sudah lazim memakai speaker sebagai pengeras suara, Anda bisa mendengarkan pelajaran meskipun tidak di dalam masjid. Namun jika hal tersebut masih sulit dilakukan, Anda bisa merekam pembelajaran tersebut melalui seorang teman.

Bagaimana jika memakai pembalut?

Larang dalam hadits di atas adalah sangat jelas bahwa seorang wanita yang sedang haid tidak boleh berdiam diri di masjid dan larangan tersebut bukan dikarenakan takutnya darah haid mengotori masjid. Baik Anda memakai pembalut dan sejenisnya ataupun tidak memakainya, larangan tersebut tetap berlaku.

Bagaimana jika hanya lewat saja di dalam masjid?

Jumhur ulama berpendapat bahwa tidak boleh bagi seorang wanita yang sedang mensturasi (haid) atau sedang nifas untuk memasuki masjid. Sedangkan jika hanya lewat, maka hal itu diperbolehkan jika ia memang mempunyai kepentingan & juga  yakin bahwa ia tidak akan mengotori masjid dengan darah haid atau nifasnya.

Mungkin saja Anda mempunyai keperluan seperti mengambil sesuatu di dalam masjid dan saat itu tidak ada seorang pun yang bisa dimintai tolong, tentu saja harus dilakukan seperlunya dan secepatnya  serta jangan sampai berdiam diri di dalam masjid. Atau mungkin juga situasinya seperti di Makkah atau Madinah atau masjid yang besar lainnya dimana Anda harus lewat masjid untuk menuju ke sebuah tempat karena jika harus memutar jalan akan sangat jauh atau mungkin berbahaya. Bolehnya lewat ke masjid bagi wanita haid dan tidak berdiam diri didalamya ini berdasarkan firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 43:

Dan (jangan pula menghampiri masjid) sedangkan kamu dalam keadaan junub, kecuali hanya sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi”.

Dan seorang wanita yang haid & nifas termasuk di dalam makna junub ayat tersebut. Dalil selanjutnya adalah bahwa Nabi SAW juga pernah memerintahkan Sayyidah Aisyah untuk mengambilkan kebutuhan beliau dari dalam masjid sedangkan dia sedang haid. Dan perlu diketahui juga dengan maksud dari melewati masjid ini yaitu masuk dari satu pintu, kemudian keluar pintu yang lainnya. Ketika masjidnya hanya memiliki satu pintu, maka dilarang untuk melewati, demikian penjelasan sebagian ulama ahli fiqih. Baca juga: Tafsir Ayat-Ayat Hukum Memakai Jilbab.

Semoga hukum wanita haid masuk masjid ini bisa difahami dengan baik, agar Kita bisa beribadah dalam keadaan haid sekalipun tanpa mengabaikan larangan larangan yang telah ditetapkan oleh syara’.