LARANGAN MEMAKAI JILBAB DI SEKOLAH JERMAN DICABUT

Posted on

Larangan Memakai Jilbab Di Sekolah Jerman Dicabut – Mahkamah Agung Jerman baru-baru ini memutuskan untuk mencabut aturan negara Bagian Rhine-Westphalia yang telah melarang guru memakai jilbabnya di sekolah. Aturan yang telah berlaku 12 tahun terakhir itu dianggap telah bertentangan dengan hak hak individu warga negara Jerman, khususnya para wanita muslimah. Sekjen Dewan Muslim Jerman, Nurhan Soykan menyambut dengan gembira adanya keputusan tersebut, sebagaimana dilansir oleh ┬áDeutsche-Welle, ia mengatakan bahwa memperbolehkan guru muslimah kembali memakai jilbab akan mendorong adanya kesetaraan di masyarakat.

Larangan untuk memakai jilbab di sekolah ini digugat oleh dua orang pengajar muslimah asal Negara bagian Rhine Westphalia. Saat Ramadhan tiba, mereka tetap tidak diizinkan untuk memakai jilbab. Negara Bagian tersebut menganggap simbol-simbol agama seperti jilbab, rosario, ataupun kippah tidak sepatutnya untuk muncul di sekolah yang merupakan sebuah institusi publik.

memakai jilbab

Aturan yang terdapat di Westphalia itu kemudian diadopsi oleh beberapa negara bagian lainnya yang menerapkan larangan kepada guru-guru muslimah untuk mengenakan jilbab. Sejaktahun 2003, enam negara bagian di Jerman telah memberlakukan larangan tersebut.

Majelis Hakim agung Jerman juga sekaligus membatalkan aturan di Negara Bagian tersebut yang menyatakan institusi pendidikan yang didasarkan atas nilai-nilai Barat & Kristen. Salah satu hakim menyatakan bahwa sekolah harus menjaga agar hak-hak dalam beragama setiap individu tetap terjaga.

Sejak lama, para pegiat Hak Asasi Manusia selalu mengecam pemerintah Jerman karena telah membiarkan peraturan yang diskriminatif ini. Padahal, di Negeri Panser tersebut tinggal 4 juta orang muslim dengan populasi terbanyak berada di Ibu Kota Berlin yang jumlahnya mencapai 220 ribu jiwa. Berita dicabutnya larangan memakai jilbab ini menjadi kabar baik bagi muslim Jerman dan seluruh dunia.