TAFSIR AYAT-AYAT TENTANG HUKUM MEMAKAI JILBAB

Posted on

Tafsir Ayat-Ayat tentang hukum memakai jilbab memang harus difahami oleh para wanita muslimah. Hal tersebut bertujuan agar mereka tahu batasan-batasan memakai jilbab yang benar menurut Al-Quran. Ada beberapa ayat-ayat tentang jilbab dalam Al-Quran, namun yang meunjukkan untuk mengenakan jilbab tersebut dan batasannya dapat kita lihat dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab ayat 59.

Bagi para muslimah, sejak mulai masa mencapai aqil baligh wajib untuk menutup seluruh anggota badannya. Seorang muslimah yang dapat menutup auratnya dengan rapat, akan menjadikan orang lain segan untuk berbuat tidak baik kepadanya. Sebaliknya jika seorang wanita sudah tidak mau untuk menutup auratnya, maka hal tersebut akan mendorong orang lain untuk berbuat jahat kepadanya. Seperti falsafah buah-buahan yang diungkapkan Dr. Quraish Shihab, bahwa buah tidak akan menjadi sasaran para kelelawar jika buah tersebut dibungkus rapat-rapat. Mari Kita lihat tafsir tentang hukum memakai jilbab berikut ini.

ayat ayat tentang hukum memakai jilbab

Artinya: Hai Nabi, Katakanlah pada istri istrimu, anak-anak perempuanmu & istri istri kaum mukmin : ‘Hendaklah mereka itu mengulurkan jilbab-nya ke seluruh tubuh mereka’, yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, karena itulah mereka tidak diganggu & Allah adalah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Ayat Tentang Jilbab

Dalam suatu riwayat yang diceritakan oleh Imam Bukhari, dikemukakan tentang turunnya QS. Al-Ahzab 59 tersebut bahwa Siti Saudah (salah seorang istri Rasulullah) keluar rumah untuk sebuah keperluan setelah diturunkannya ayat hijab. Ia adalah seorang wanita yang badannya tinggi besar sehingga sangat mudah dikenal orang. Pada waktu itu Sahabat Umar Bin Khatab melihatnya, dan ia berkata: ‘Hai Saudah. Demi Allah, bagaimanapun juga kami akan dapat mengenalmu. Karena itu cobalah pikir kenapa engkau keluar?’

Dengan tergesa-gesa ia pun segara pulang dan saat itu Rasulullah SAW sedang berada di rumah Aisyah dan sedang memegang tulang di saat makan. Pada saat masuk Saudah berkata: ‘Ya Rasulallah, aku keluar untuk sebuah keperluan & Umar menegurku (karenad ia masih mengenalku. Karena peristiwa tersebut turunlah ayat ini (QS. Al Ahzab: 59) pada Rasulullah SAW di saat tulang tersebut masih di tangannya. Maka Rasulullah berkata pada Saudah: ‘Sesungguhnya Allah telah mengizinkan engkau keluar rumah untuk sebuah keperluan.”

Dalam riwayat lainnya dikemukakan bahwa istri istri Rasulullah pernah keluar rumah pada malam untuk buang air. Pada saat itu kaum munafiqin mengganggu mereka dengan sesuatu yang menyakiti. Hal tersebut diadukan kepada Nabi SAW, sehingga Rasulullah menegur kaum munafiqin. Mereka menjawab: ‘Kami ini hanya mengganggu para hamba sahaya. Maka turunnya ayat ini (QS. Al Ahzab: 59) sebagai perintah agar berpakaian tertutup, sehingga berbeda dari hamba sahaya.

Sebelum turunnya ayat tersebut, cara berpakaian para wanita merdeka ataupun budak, yang baik-baik ataupun kurang sopan hampir bisa dikatakan sama saja. Karena itu para lelaki usil sering kali mengganggu para wanita, khususnya yang mereka diketahui sebagai hamba sahaya. Untuk dapat menghindarkan gangguan tersebut, serta untuk menampakkan kehormatan kaum muslimah, ayat di atas turun.

Kalimat نساء الؤمنين menunjukkan bahwa kewajiban memakai jilbab ini ditujukan kepada seluruh wanita muslimah yang sudah de-wasa (memasuki usia aqil baligh). Kata عليهنّ di atas berarti bahwa seluruh badan wanita muslimah harus tertutupi oleh pakaian. Rasulullah SAW mengecualikan wajah & telapak tangan serta beberapa bagian lainnya dari tubuh wanita seperti yang tercantum dalam Q.S. An Nur 31, dan penjelasan Nabi SAW itulah yang menjadi penafsiran dari ayat ini.

Dalam sebuah hadits juga dijelaskan tentang bolehnya terlihat wajah serta telapak tangan tersebut. Misalnya saja seperti berikut ini:

Dari Aisyah r.a. : Sungguh Asma’ binti Abu Bakar datang pada Rasulullah SAW & dipakainya pakaian yang tipis, maka Rasulullah SAW mencegahnya & berkata:  Wahai Asma’, sungguh wanita itu jika sudah datang masa haidnya tidak pantas terlihat tubuhnya kecuali ini & ini. Beliau berisyarat sambil menunjukkan muka & kedua telapak tangannya. (H.R. Abu Dawud)

Tafsir Ayat-Ayat tentang hukum memakai jilbab ini meskipun singkat semoga bisa difahami para wanita muslimah agar tidak ragu lagi dalam menggunakan jilbab, karena ini merupakan kewajiban, tidak boleh ada alasan ingin hatinya berjilbab dulu, karena hal tersebut tidak dikaitkan dengan kewajiban berjilbab dalam Al-Quran.