5 Hukum Menikah Dalam Islam Yang Harus Diketahui

Posted on

Ada 5 hukum menikah dalam Islam yang harus diketahui, karena  setiap muslim atau muslimah yang normal saat sudah cukup umur pasti menginginkan ikatan pernikahan. Namun sebelum memantapkan hati untuk menikah dengan calon pasangan, sebaiknya mencari tahu terlebih dulu berbagai ilmu yang berkaitan dengan seluk beluk pernikahan dalam Islam. Pastikan niat Anda untuk menikah sudah benar, seperti untuk mengikuti sunnah, membahagiakan Rasulullah dengan memperbanyak umatnya, melanggengkan keturunan, agar dapat menjaga diri dari berbagai keharaman, agar memiliki anak sholeh sholehah dan lain-lain.

Selain itu, berbagai hal yang berkaitan dengan hak serta kewajiban suami istri juga harus dipelajari. Berbagai hukum & syarat yang berkaitan dengan pelaksanaan akad nikah, walimah dan lainnya juga jangan dilewatkan agar rumah tangga nantinya penuh keberkahan dan keharmonisan.

hukum menikah dalam Islam
Source: alibaba.com

Hukum menikah dalam Islam atau hukum perkawinan di dalam islam ada 5 macam, yaitu wajib, sunnah, makruh, khilaful aula dan haram. Hal ini tergantung dari kondisi masing-masing calon mempelai, meskipun  hukum asli menikah menurut Islam itu adalah sunnah. Jika Anda saat ini belum menikah, maka bisa dilihat berada di posisi mana saat ini dalam kaitannya dengan pernikahan. Inilah 5 hukum menikah dalam Islam.

Menikah Hukumnya Wajib

Hukum menikah dalam Islam menjadi wajib bagi seorang muslim atau muslimah jika dia termasuk seseorang yang punya lib!do yang tinggi, sehingga tidak mampu menahan hawa naf-sunya, apalagi jika kondisi lingkungannya kurang baik. Apabila ia tidak segera menikah, sangat dikhawatirkan dan memungkinkannya terjerumus ke dalam perzi-naan.

Ada juga hal lainnya yang menyebabkan seorang muslim terkena hukum wajib untuk segera menikah, yaitu apabila dia bernazar untuk menikah.

Menikah Hukumnya Sunnah

Hukum asal menikah itu memang sunnah. Hal ini sebagaimana anjuran Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari.

“Hai para pemuda, bila kalian sudah mampu, maka menikahlah. Sungguh pernikahan itu lebih menenteramkan bagi mata dan menjaga kela-min. Bagi siapapun yang belum mampu, maka shaumlah karena shaum bisa jadi tameng baginya.”

Hukum pernikahan dalam Islam ini menjadi sunnah bagi seseorang apabila dia memenuhi dua syarat. Yang pertama saat dia punya keinginan untuk menikah dan syarat yang kedua adalah dia memiliki bekal yang cukup untuk melangsungkan pernikahan.

Berapa bekal yang cukup untuk menikah menurut syara’? Apabila dia memiliki mahar atau mas kawin untuk diberikan pada calon istrinya serta mampu menafkahi istrinya di hari & malam pernikahannya serta memiliki uang yang cukup –sekiranya- untuk membeli pakaian yang layak untuk istrinya pada hari pernikahannya.

Misalnya saja seseorang yang ingin melangsungkan pernikahan memiliki uang minimal 350.000 rupiah. Untuk mas kawinnya 50.000 rupiah, untuk makan di hari & malam pernikahannya sebesar 50 ribu rupiah & sisanya untuk membeli pakaian sebesar 250.000 rupiah. Belum lagi apabila ditambah dengan biaya nikah di KUA sebagaimana sekarang.

Menikah Hukumnya Makruh

Hukum pernikahan dalam Islam bisa juga dihukumi makruh apabila tidak memnuhi kedua syarat yang telah disebutkan pada hukum menikah sunnah di atas. Yaitu dia belum atau tidak punya keinginan untuk menikah juga tidak memiliki bekal yang cukup seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Menikah Hukumnya Khilaful Aula

Hukum menikah menurut Islam bisa juga menjadi khiaful Aula apabila hanya mampu memenuhi salah satu syarat saja dari 2 syarat yang disebutkan dalam hukum menikah sunnah diatas. Misalnya dia sudah punya keinginan untuk menikah namun tidak memiliki bekal yang cukup ataupun sebaliknya, sudah punya bekal menikah yang cukup namun tidak punya keinginan untuk menikah. Menurut para ulama mutaakhirin arti dari khilaful aula ini adalah perkara yang dianjurkan untuk ditinggalkan, namun tidak berdasar larangan yang jelas, sedangkan para ulama mutaqaddimin menyamakan hukum khilaful aula ini dengan makruh.

 

Menikah Hukumnya Haram

Hukum menikah menurut Islam bisa juga berubah jadi haram jika seseorang tidak punya kemampuan untuk memenuhi berbagai hak istrinya jika menikah. Misalnya saja ia tidak mampu memberi sang istri nafkah ataupun hak-hak istri lainnya.

Pernikahan dalam Islam juga menjadi haram hukumnya apabila kedua calon mempelai ternyata merupakan pasangan yang masih ada hubungan mahram, seperti tidak boleh dinikahi sebab memiliki hubungan darah ataupun karena saudara sepersusuan. Atau juga melangsungkan pernikahan namun memiliki niat untuk menceraikan nantinya, dan diharamkan juga nikah kontrak (nikah mut’ah).

Itulah 5 hukum menikah dalam Islam yang perlu diketahui setiap muslim. Disamping itu, masih banyak berbagai hal lainnya yang harus dipelajari seorang muslim dan muslimah sebagai persiapan untuk menuju ke jenjang pernikahan.